Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Apresiasi Nusakambangan yang Kini Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Titiek Soeharto mengapresiasi transformasi Nusakambangan menjadi sentra ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan.

Cilacap, Radarboreno.com – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memberikan apresiasi terhadap transformasi Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi kawasan sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Nusakambangan, Sabtu (20/6), didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Dalam kunjungan itu, Titiek meninjau berbagai program pembinaan dan produktivitas, mulai dari Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), kegiatan pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja (BLK) konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.

“Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” ujar Titiek.

Ia menilai, Nusakambangan yang selama ini lekat dengan citra kawasan pemasyarakatan berisiko tinggi kini telah bertransformasi menjadi kawasan produktif yang menghasilkan berbagai komoditas pangan dan produk bermanfaat bagi masyarakat.

“Nusakambangan yang kita dengar selalu menyeramkan, bayangannya seperti Alcatraz. Ternyata setelah ke sini sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak produk yang bermanfaat untuk kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan bahwa berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan. Ia menjelaskan, jajaran pemasyarakatan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidak produktif di seluruh Lapas dan Rutan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Tadi kami juga meminta beberapa evaluasi dan arahan, dan akan kami tindak lanjuti, termasuk upaya perbaikan dari apa yang sudah kami kerjakan. Kami sudah laporkan kepada beliau bahwa seluruh Lapas dan Rutan memanfaatkan lahan tidak produktif untuk dioptimalkan dalam program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam,” jelas Agus.

Saat ini, kawasan Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif dengan melibatkan ratusan Warga Binaan dalam berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang dan sidat.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membekali Warga Binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Baca Juga:
Tersalin 👍
Zahra A.
Zahra A.
jurnalis berita media online

Berita Terbaru

  • Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Apresiasi Nusakambangan yang Kini Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
  • Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Apresiasi Nusakambangan yang Kini Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
  • Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Apresiasi Nusakambangan yang Kini Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
  • Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Apresiasi Nusakambangan yang Kini Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
  • Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Apresiasi Nusakambangan yang Kini Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
  • Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Apresiasi Nusakambangan yang Kini Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Posting Komentar